Selasa, 16 Oktober 2012

Pilihan

Rama sedang duduk melamun didepan rumahnya. menatap dalam dalam sms yang barusan masuk dari Yulia, kekasihnya..tepatnya mantan kekasihnya kini. "Maaf Ram, kayaknya kita harus putus deh, nilaiku semester ini jelek, aku harus belajar banyak..", Sebenarnya Rama sudah menangkap sinyal pemutusan hubungan kasih itu, Yulia sudah pindah ke lain hati. Ada yang lain hi hati Yuli kini..
Terkesan mendadak, tapi Rama tetaplah Rama..meskipun laki laki, namun sudah terlanjur mencintai Yuli sepenuh hati.

Semua campur, aduk jadi satu, marah, kesal, sakit hati, ternyata tak bisa dikalahkan dari hati yang biasanya terlihat tangguh itu. cinta memang hebat pengaruhnya, bisa "melumpuhkan" perasaan siapa saja, hati Rama seperti bola yang ditendang ke arah pohon kelapa...sakiiiiit.

Banyak hal yang sudah dilewatinya bersama Yulia, Yulia yang selalu memanjakannya, membujuknya kalau ngambeknya kambuh, bahkan saat saat menjagainya ketika Rama sakit..Ah...semua ternyata hanya sekejap saja. Tapi Rama tak berniat menangis meski hatinya terluka parah...Ah, Yulia, kenapa masih saja bikin rindu?.

Rama berniat menghapus semua sms dari Yulia, bahkan kalau perlu menghapus nomor handphone nya, meremove Yulia dari fesbuknya sekalian. semuanya hanya bikin sakit hati...mengapa pada saat begini Yulia harus meninggalkannya, pada saat Rama baru saja resign dari kantor?, luntang lantung tidak punya kerjaan, baru saja bertengkar dengan sahabat baiknya hanya karena salah menandatangani kontrak proyek, belum lagi adiknya si Doni berkasus disekolah karena tertangkap membawa narkoba...Mengapa Tuhan?, rasanya Rama ingin menyalahkan Tuhan saja..

Kepada Yulia, kepada dunia, kepada Tuhan, kepada wartawan sekalian, rasanya Rama ingin teriak ini sangat tidak adil...ugghhhhh.
Yulia....kenapa sekarang kamu perginya?, kenapa disaat aku sedang tidak punya masalah?, Rama ingin rasanya membenturkan kepalanya ke dinding biar amnesia sekalian. biar lupa sekalian kalau dia pernah kenal Yulia.

Rama menendang batu keras keras, hampir saja kena Ria, yang terlihat sangat ceria. cewek manis itu baru pulang dari Padang. wajahnya terlihat sangat kusam, Ria bukan tak memperhatikan itu, wajah Rama terlihat sangat tidak bersinar.
"Kenapa kamu?"
"Gak..!", Rama jutek
"Kamu ada masalah, cerita ma aku..!", Ria tersenyum manis. Rama sempat terkesima, baru nyadar ternyata senyum Ria manis banget.
"Gue diputusin...!", mukanya mendung
"Haha..baru segitu doang, cemen..!!", Ria menantang
"Kamu sih ngga tau gimana rasanya...", Rama menceritakan semua masalahnya pada Ria, dan Ria mendengarkan dengan sabar.
"Kamu bisa bayangin kan betapa gelapnya duniaku saat ini?", Bahasa tubuh Rama memang sangat terlihat punya "masalah", rambut acak acakan, kemeja kusut, warna hitam dibawah kelopak matanya, dan semangatnya yang sangat kendur.
Ria menggenggam tangan Rama pelan ", Dunia tidak segelap itu kali Ram, kamu pikir aku terlihat ceria ini aku nggak punya masalah?, pacarku juga selingkuh dan menghamili cewek lain, aku nyaris DO karena aku harus ngumpulin duit dengan kerja ekstra buat bantu biaya pengobatan papaku yang lagi diopname dirumah sakit, dan aku sendiri punya penyakit yang butuh obat buat disembuhin, lalu aku harus nangis gara gara semua itu?, aku harus marah marah supaya dunia tau?, nggak Ram..asal kamu tahu, sebagian orang terkadang simpati dengan masalah kita bukan karena mereka peduli, tapi karena mereka penasaran...jadi jangan sampai dunia tau kamu sedang berduka, apalagi cuma gara gara masalah patah hati...", Rama terhenyak kaget, Ria punya masalah sebesar itu dan masih bisa terlihat ceria?, Oh my....hebat sekali gadis ini..

"Ram, di dunia ini ada banyak sekali manusia, milyaran, dengan masalah mereka masing masing. coba tanya satu persatu, apa diantara mereka ada yang tidak punya masalah, nggak ada Ram, semua punya masalah.Sekarang terserah kamu, pilihanmu ada dua :Menangisi masalahmu dan membiarkannya menghancurkan hidupmu, atau kau bangkit dan atasi masalahmu?".

"Bagaimana kamu bisa setegar itu?", Rama mulai merasa ada sisi yang berbeda dari gadis ini yang tidak pernah diketahuinya sebelumnya.
atau dia memang tidak pernah memperhatikannya. Ria menghela nafas panjang, seakan berat namun berusaha untuk jujur.

"Hidup yang mengajariku untuk harus terus tangguh, kamu bahkan pernah menolak aku dulu kan?".
Rama terhenyak ",Aku, kamu pernah suka sama aku?".
Ria tersenyum lirih ", Aku kira kamu tahu, dari bahasa tubuhku...".
"Ayolah, Ria, aku memang pintar, tapi ngga mahir membaca hati seseorang...".
"Ah...sudahlah, aku juga sudah lupa bagian itu, tadi aku kesini karena aku dengar kau lagi di Jakarta, gimana Jogja enak yah?". Ria mengalihkan pembicaraan.
"Hmm...enak, tetapi menjadi tidak enak karena ada Yulia disana..!", dalam hati Rama perih.
Ria pamit pulang, dan Rama menatapnya dengan sorot mata yang berbeda...entahlah, tiba tiba ada sesuatu yang bertebaran dihatinya, sesuatu yang penuh "bunga".

Lima hari kemudian....
Sudah berdiri didepan rumah Ria, Ria sedikit tersenyum melihat perubahan wajah Rama. gadis itu menangkap aura kebahagiaan. "Mau balik ke Yogya?", Rama mengangguk mantap.
"Hati hati yah, salam buat gadismu..", Ria menduga pasti Rama sudah baikan lagi dengan Yulia.
"Aku mau ngomong..",
"Apa..?", Ria menangkap getaran suara Rama yang berbeda
"Kalau aku pulang kesini, mau nggak menunggu aku dengan perasaanmu yang selama ini?", Rama berusaha bersikap biasa, padahal sungguh mati..deg degan..rasanya seperti waktu dia nembak Yulia pertama kali.
"Maksudnya?".
Rama mengecup keningnya dan memeluk Ria, "Kamu pasti mengerti..", Ria hanya mengangguk, ada bahagia yang tak terlukiskan. "I love you too, Ram..".

2 komentar:

  1. Aku iri ito bisa menulis mengalir seperti ini. Tolong diajari ya. thanks

    BalasHapus
  2. wah, aku baru baca komennya ito, kukira becanda..:-)

    BalasHapus